do'a berhubungan suami istri

Doa Berhubungan Suami Istri

Posted on

Doa berhubungan suami istri ini hendaknya dibaca sebelum suami istri melakukan jima (berhubungan badan). Karena doa ini khusus diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika suami istri hendak melakukan hubungan badan.

Doa Berhubungan Suami Istri

بِاسْمِ اللَّهِ

BISMILLAAH
Dengan (menyebut) nama Allah

اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ

ALLAAHUMMA JANNIBNASY SYAITHOONA
ya Allah, jauhkanlah kami dari (gangguan) setan

وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

WAJANNIBISY SYAITHOONA MAA ROZAQTANAA
dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami

artinya: “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami.” (HR. Bukhari)

***

Do’a sebelum jima ini memiliki keutamaan khusus, berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا  » متفق عليه

“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa: ‘Dengan (menyebut) nama Allah, …dst’, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari no.141 dan Muslim no.1434)

Baca juga : Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Keterangan:

1. Rezeki yang dimaksud pada hadits diatas adalah berupa anak dan yang lainnya.

2. Melakukan amalan do’a diatas, menunjukkan besarnya keutamaan membaca do’a ini sebelum suami istri melakukan jima. Karena selain mendapatkan pahala, membaca do’a ini menjadi sebab dilindunginya seorang bayi dari bahaya dan keburukan setan.

An-Nawawi mengatakan,

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ الْحَثُّ عَلَى ذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى فِي هَذِهِ الْمَوَاضِعِ وَيَلْحَقُ بِهَا مَا فِي مَعْنَاهَا قَالَ أَصْحَابُنَا يُسْتَحَبُّ أَنْ يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى كُلِّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ

“Dalam hadits ini terdapat dorongan untuk melakukan dzikir kepada Allah di kesempatan ini dan kesempatan yang semisal. Ulama madzhab kami (syafi’iyah) mengatakan, ‘Dianjurkan untuk menyebut nama Allah dalam setiap perkara yang penting’.” (Syarh Shahih Muslim, 13:185)

3. Kita bisa melihat dalam hadits ini bahwa iblis dan bala tentaranya telah merencanakan permusuhan dengan manusia, bahkan sejak manusia sedang dalam proses penciptaannya. Dan termasuk pula ketika manusia pertama kali dilahirkan, meskipun dia belum mengenal godaan duniawi, indahnya dunia dan belum pula mengenal nafsu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صياح المولود حين يقع، نزغة من الشيطان

“Tangisan seorang bayi ketika (baru) dilahirkan adalah tusukan (godaan untuk menyesatkan) dari setan.” (HR. Muslim no.2367)

4. Makna “setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” ulama menegaskan bahwa hadis ini tidaklah menunjukkan bahwa anak terlahir tersebut akan menjadi ma’shum, yakni terbebas dari dosa dan semua godaan setan. Karena segala kejadian ada sebab dan ada penghalang. Usaha para orang tua, yang berdoa ketika hendak berhubungan badan, merupakan sebab agar anak tersebut selamat dari godaan setan. Akan tetapi, dalam perjalanan hidupnya, terdapat banyak penghalang, yang membuat anak ini tidak bisa bersih dari godaan setan, sehingga dia melakukan kemaksiatan. (Taisirul Alam Syarah Umdatul Ahkam, 1:588)

Allahu a’lam

Referensi : konsultasisyariah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *