Menikah Muda Dalam Islam

Manfaat dan Resiko Menikah Muda Dalam Islam

Posted on

Menikah muda dalam islam sangat dianjurkan, terutama di zaman sekarang ini. Zaman dimana para anak-anak muda melakukan pergaulan bebas yang sangat mengerikan.

Disini peran orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua harus mengetahui anaknya sudah pantas menikah atau belum.

Ada banyak faktor yang bisa dijadikan acuan, apakah si anak sudah pantas menikah atau belum. Salah satu faktor yang sangat mendesak adalah penyaluran nafsu terhadap lawan jenis.

Faktor yang satu ini apabila tidak segera disalurkan akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan, yaitu terjadinya perzinahan dimana-mana.

Salah satu faktor penyebab merebaknya perzinahan di zaman sekarang, tidak lain yaitu sulitnya pernikahan.

Si anak dituntut ini dan itu oleh orang tuanya. Harus lulus kuliah dulu, harus kerja dulu, harus mapan dulu, dan sebagainya. Padahal dalam islam tidak ada hubungannya prestasi dunia dengan pernikahan.

Jadi disini kuncinya adalah orang tua harus berilmu dalam masalah pernikahan, terutama masalah pernikahan di usia muda.

Manfaat Nikah Muda Dalam Islam

Menikah bisa diumur berapa saja, tapi menikah muda dalam islam memiliki lebih banyak keutamaan dibanding menikah di usia yang sudah lanjut.

Nikah muda di zaman sekarang ini seperti suatu keharusan, untuk menjaga kehormatan dan menghindari pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.

Ada banyak manfaat menikah di usia muda. Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan –hafizhohullah– seorang ulama besar Saudi Arabia menjelaskan tentang manfaat menikah di usia muda, berikut penjelasan beliau.

Manfaat menikah muda dalam islam yang pertama adalah bisa lebih mudah menghasilkan anak yang dapat menyejukan jiwa.

..

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ” (QS. Al Furqon: 74)

..

Istri yang sholehah dan anak yang sholeh adalah penyejuk hati. Dalil diatas menunjukan janji Allah -subhanahu wa ta’ala- bahwa menikah dapat membuat jiwa semakin tenteram.

Oleh karena itu, seorang pemuda pemudi yang sudah menikah bisa merasakan ketenangan jiwa dibanding pemuda pemudi yang belum menikah.

Allah -subhanahu wa ta’ala- mengabarkan bahwa anak adalah separuh dari perhiasan dunia.

..

sebagaimana firman-Nya,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. ” (QS. Al Kahfi: 46)

..

Siapa sih yang tidak mau memiliki perhiasan dunia. Memiliki anak di dunia ibarat memiliki harta yang sangat berharga. Anak bisa menjadi pelengkap dalam rumah tangga dan bisa menjadi penyejuk mata. Itulah manfaat memiliki anak di dunia.

Adapun manfaat memiliki anak di akhirat kelak adalah anak yang sholeh bisa memberikan manfaat kepada orang tuanya.

..

sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : علم ينتفع به ، أو صدقة جارية ، أو ولد صالح يدعو له

Jika manusia itu mati, maka amalannya akan terputus kecuali tiga perkara: [1] ilmu yang bermanfaat, [2] sedekah jariyah, dan [3] anak sholih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631, dari Abu Hurairah.)

..

Hal ini menunjukkan bahwa anak memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan dunia dan nanti setelah kematian.

Manfaat menikah muda dalam islam yang kedua adalah lebih mudah untuk memperbanyak anak.

Memiliki banyak anak memiliki keutamaan tersendiri. Selain keluarga kita semakin besar, memiliki banyak anak juga termasuk perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memperbanyak umat beliau.

..

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تزوجوا فإني مكاثر بكم يوم القيامة

Menikahlah kalian. Karena aku begitu bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat.” (Shahih: HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasai)

..

Intinya menikah muda dalam islam memiliki banyak keutamaan. Jadi apabila merasa sudah mampu menikah maka segeralah menikah, jangan menunda pernikahan untuk menjaga kehormatan dan fitnah yang sangat berbahaya di zaman seperti sekarang ini.

Resiko Menikah Diusia Muda

Selalu saja ada halangan apabila ingin melakukan suatu ibadah. Begitu pun dengan menikah diusia muda, akan ada halangan dari orang lain bahkan keluarga sendiri.

Berikut beberapa halangan yang biasa terjadi dimasyarakat apabila kita ingin menikah diusia muda.

Halangan yang pertama adalah orang-orang biasanya mengatakan apabila menikah diusia muda akan sulit untuk mendapatkan ilmu karena akan sibuk dengan keluarga.

Jadi mumpung masih muda mending sekolah dulu, karir dulu, klo udah sukses baru nikah.

Ada yang bilang gitu ???

Pastinya banyak yang bilang gitu.

Padahal dalam islam tidak ada hubungannya prestasi dunia dengan menikah.

Justru orang yang sudah menikah bisa lebih gampang mencari ilmu ketimbang yang belum menikah. Karena orang yang sudah menikah biasanya memiliki hati yang lebih tenang karena adanya istri dan anak.

Sedangkan yang belum menikah terkadang atau seringnya memiliki perasaan was-was maka ia pun sulit untuk mendapatkan ilmu.

Namun apabila ia bersegera untuk menikah, maka hatinya akan lebih tenang dan dengan mudah bisa mendapatkan ilmu.

Inilah yang memudahkan orang dalam mencari ilmu dan tidak sesuai dengan apa yang orang-orang katakan.

Halangan yang kedua adalah ada yang mengatakan bahwa kalau menikah muda akan membebani si pemuda dalam mencari nafkah untuk keluarganya kelak. Pendapat ini pun tidak selamanya bisa diterima. Karena apabila seseorang menikah, Allah subhanahu wa ta’ala akan senantiasa menambahkan keberkahan pada kehidupannya.

Keberkahan yang dimaksud bisa berupa bertambahnya harta, bertambahnya ilmu, dan bertambahnya kebaikan yang lainnya.

Tidak perlu takut akan kekurangan rezeki apabila sudah menikah.

Ingatlah, semua rezeki itu di tangan Allah sebagaimana firman-Nya,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا

“ Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya.” (QS. Hud: 6)

Jadi yang namanya menikah tidak akan membuat pemuda menjadi kesulitan dalam mencari rezeki, karena rezeki sudah ada yang mengatur. Asalkan si pemuda terus berdo’a dan ikhtiar mencari rezeki yang halal untuk keluarganya kelak.

Menikah adalah perintah Allah kepada manusia yang seharusnya mereka jalani. Menikah bukan semata-mata khayalan. Menikah termasuk salah pintu mendatangkan kebaikan bagi siapa yang benar niatnya.

Kuncinya, luruskan niat, berdo’a dan ikhtiar untuk mencari pasangan hidup untuk sama-sama menuju surganya Allah subhanahu wa ta’ala.

-Demikian penjelasan dari Syaikh Sholih Al Fauzan-

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan para pemuda dan pemudi yang sudah mampu menikah untuk segera menikah. Yang masih terhalang oleh restu dari orang tuanya, semoga Allah subhanahu wa ta’ala melembutkan hati orang tuanya agar memberikan restu untuk segera melangsungkan pernikahan.

Aamiin

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *