menikah tanpa pacaran

Keuntungan Menikah Tanpa Pacaran Dalam Islam

Posted on

Menikah tanpa pacaran menurut sebagian besar orang zaman sekarang adalah sesuatu yang tidak mungkin. Bagaimana bisa menikah dengan orang yang tidak kita kenal atau bahkan belum pernah bertemu sama sekali.

Sebenarnya pacaran itu boleh tapi setelah menikah, jangan pacaran sebelum menikah karena hukumnya haram. Menyentuh lawan jenis yang bukan mahram aja tidak boleh apalagi sampai memegang, menggandeng, memeluk dan lebih parah lagi sampai berzina.

Tapi yang sangat disayangkan adalah sebagian besar orang melakukan hal itu dengan perasaan biasa saja padahal mereka sedang melakukan dosa besar.

Disini peran orang tua sangat vital. Harusnya orang tua melarang anaknya untuk pacaran sebelum menikah tapi yang ada sebagian orang tua malah bangga anaknya pergi dengan orang yang bukan mahramnya untuk pacaran, naudzubillah.

Menikah Tanpa Pacaran

Hampir sebagian besar anak muda menganggap bahwa pacaran itu sah-sah saja. Entah mereka tidak berilmu atau memang dengan sengaja melanggar larangan Allah subhanahu wa ta’ala.

Padahal pacaran sebelum adanya ikatan yang sah adalah kedustaan mengatasnamakan cinta.

Islam sudah mengajarkan bagaimana cara mengungkapkan rasa cinta kepada lawan jenis, yaitu dengan cara menikah. Menikah tidak harus menunggu usia yang matang, menikah muda pun tidak masalah asalkan memang sudah benar-benar siap untuk menikah.

Proses menikah dalam islam pun sudah diajarkan dengan jelas. Tidak ada tahapan pacaran disana. Yang ada pacaran setelah pernikahan.

Secara garis besar proses menuju pernikahan dalam islam yang syar’i adalah sebagai berikut:

  1. Saling bertukar biodata
  2. Ta’aruf
  3. Khitbah

Semua proses diatas tidak boleh dilakukan berduaan oleh calon pengantin, harus ada perantara, terutama proses yang pertama yaitu saling tukar biodata. Untuk proses nadzor, ta’aruf dan khitbah semuanya dilakukan di rumah calon pengantin wanita dan didampingi oleh orang tua si wanita.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu per satu

Saling Bertukar Biodata

Dalam dunia pencarian jodoh secara syar’i, saling bertukar biodata ini bisa disebut CV. Sama halnya seperti melamar pekerjaan, para pencari jodoh mengumpulkan CV kepada lembaga-lembaga ta’aruf untuk nantinya di cocoknya berdasarkan kriteria yang tertulis.

Bagi kamu yang tidak mau bertukar CV melalui lembaga ta’aruf, kamu bisa bertukar CV melalui teman, saudara atau bahkan orang tua. Yang terpenting jangan langsung bertukar CV dengan calon pasangan, takutnya terjadi fitnah.

Ta’aruf

Setelah kamu bertukar CV dan dirasa cocok, saatnya melanjutkan ketahap selanjutnya yaitu ta’aruf. Kenapa harus ta’aruf, karena sesuai dengan hadits Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam

..

Diceritakan oleh al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau hendak melamar seorang wanita. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi saran kepadanya,

انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

Lihat dulu calon istrimu, karena itu akan lebih bisa membuat kalian saling mencintai. (Ahmad 18154, Turmudzi 1110 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Dalam hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, bahwa ada seseorang yang menyampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa dirinya telah menikah dengan wanita anshar. Nabi pun bertanya,

أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا

“Apakah kamu telah melihatnya?”

Jawab orang ini, “Belum.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan,

فَاذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِى أَعْيُنِ الأَنْصَارِ شَيْئًا

Lihatlah calon istrimu, karena di bagian mata orang anshar ada sesuatu… (HR. Muslim 3550)

..

Selain melihat calon pasangan, manfaat dari ta’aruf yang lain adalah untuk saling mengenal satu sama lain antara calon pasangan.

Yang dibahas dalam taaruf biasanya, visi misi dalam pernikahan, kesukaan, kebiasaan dan yang terpenting adalah ilmu agamanya. Sebagaimana Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

..

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.  (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446)

..

Jadi faktor utama yang harus jadi pertimbangan untuk memilih calon pasangan adalah ilmu agama. Karena jika kita memilih yang baik ilmu agamanya insyaa Allah kita akan beruntung.

Khitbah

Ketika proses taaruf sudah berjalan lancar dan kamu sudah memiliki ketertarikan untuk menikah, maka proses selanjutnya adalah khitbah.

Khitbah atau meminang adalah proses dimana kamu (laki-laki) mengatakan kepada wali wanita bahwa kamu akan menikahi anaknya.

Perlu diketahui, bahwa tidak boleh meminang wanita yang sudah dipinang oleh laki-laki lain. Ini berdasarkan hadits Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam

..

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.” (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5142) dan Muslim (no. 1412), dari Shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma. Lafazh ini milik al-Bukhari).

..

Itulah proses menuju pernikahan secara syar’i. Jika kamu ingin pasangan yang baik, maka carilah dengan cara yang baik pula.

Keuntungan Menikah Tanpa Pacaran

Proses menuju pernikahan yang kita bahas diatas tidak ada yang namanya pacaran. Pacaran akan ada setelah proses pernikahan berlangsung. Dan itulah pacaran yang halal dan isyaa Allah berkah.

Terus apa sih keuntungan menikah tanpa pacaran ???

Mari kita bahas…

Terhindar Dari Dosa

Pacaran sebelum menikah sudah jelas dosa. Dua orang yang bukan mahram saling berdekatan, pegangan tangan, bahkan ada yang sampai berzina. Padahal Allah sudah berfirman :

..

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. [al-Isrâ’/17:32].

..

Mendekatinya saja sudah tidak boleh, apalagi sampai melakukannya. Itu adalah perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Jadi dengan tidak berpacaran sebelum menikah, kamu akan terhindar dari salah satu dosa besar.

Keseriusan Hubungan Yang Jelas

Orang pacaran sebelum nikah itu ruginya banyak. Sudah hubungannya gak jelas, bisa putus kapan saja ditambah dosa besar. Makanya, dengan kamu menikah tanpa pacaran, kamu akan terhindar dari hubungan yang tidak jelas dan langsung mendapat keseriusan hubungan yang jelas.

Pacaran Setelah Menikah Sepuasnya

Orang yang pacaran sebelum menikah akan dihantui rasa was-was karena memang itu dari setan. Tapi orang yang pacarannya setelah menikah, mereka akan dihinggapi rasa bahagia yang luar biasa dan yang lebih nikmat lagi itu semua bernilai pahala.

Tidak Ada Kata “Putus”

Dalam pernikahan memang ada cerai dan khulu. Tapi tidak seperti dalam pacaran yang kata putus itu bisa diucapkan dengan sangat mudah ketika bertengkar. Ketika sudah menikah, kata cerai dan khulu itu akan sangat-sangat dijaga, tidak akan mudah terlontar meski pasangan suami istri sedang memiliki masalah yang besar.

Masa Depan Lebih Cerah

Orang yang pacaran sebelum menikah biasanya melontarkan janji-janji manis nanti akan dinikahi, tapi hanya diujung lidahnya saja. Sampai bertahun-tahun ternyata tidak dinikahi juga. Ini jelas masa depan yang suram.

Tapi orang yang menikah tanpa pacaran, dia akan lebih bertanggung jawab untuk masa depan keluarganya. Dan lebih indahnya lagi, ada orang yang selalu menemani disetiap langkap perjuangan hidupnya.

..

Demikianlah beberapa keuntungan apabila kamu menikah tanpa pacaran. Insyaa Allah pernikahan kamu akan lebih berkah jika dimulai dengan cara yang Allah subhanahu wa ta’ala ridhoi.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *